misteri di jalan…

Kemarin, saya melakukan perjalanan yang cukup jauh. Malang-Situbondo. Naik mobil adik saya (numpang.com)😀

Perjalanannya lancar-lancar saja sampai tiba di daerah Purwosari, Pasuruan. Di sana, tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Jadi tempatnya sepi, gelap tanpa PJU, dan membuat para pengendara (baik motor maupun mobil) cenderung memacu kendaraannya secepat mungkin. Jadilah adik saya agak ngebut (80-90 km/jam), sementara saya tidur di sebelahnya menjadi kopilot, membantu navigasi.

Saat sedang konsentrasi, tiba-tiba kami dikejutkan oleh bunyi keras “DUAAK!!!”. Saya yang tertidur terkantuk-kantuk langsung segar bugar. Penasaran. Setelah beberapa saat bertanya-tanya, saya melihat kaca spion sebelah kanan tidak ada lagi di tempatnya. Waktu dicek, ternyata benar bahwa kaca spion itu telah lenyap.

Saya pun menanyai adik saya tentang kronologis kejadiannya. Kami sama-sama bingung. Itu terjadi saat kanan-kiri kami adalah sawah, tak ada rumah sama sekali. Hanya ada satu motor yang berpapasan dengan kami, dan mobil kami waktu itu sama sekali tidak menyentuh garis di tengah jalan, jadi tidak mungkin mengancam pengendara motor itu. Jadi, kami rasa tidak mungkin pengendara motor itu menabrak spion kami.

Beberapa saat kemudian, waktu berhenti di sebuah SPBU, kami lanjutkan memeriksa lebih seksama dan mendapatkan hasil mengejutkan. Ada penyok bekas lemparan batu di bagian depan mobil. Kecurigaan langsung mengarah pada pengendara sepeda motor tadi. Jangan-jangan, orang itu sudah menyiapkan membawa batu untuk dilemparkan ke arah mobil yang berpapasan dengannya. Motif? Unknown. Dugaan kami adalah mungkin karena merasa terancam sehingga kemudian melemparkan batu ke arah kami. Sepertinya, yang menjadi target adalah kaca depan, namun sedikit meleset.

Tapi, kenapa merasa terancam? Mobil kami berjalan di lajur sebelah kiri, tidak melewati marka jalan. Justru motor itu (berdasarkan testimoni adik saya) yang melaju agak ke tengah. Dan dengan kecepatan tinggi pula. Di lajur yang dilewati motor itu juga sedang sepi-sepinya. Sama seperti di lajur yang kami lewati. Kenapa merasa terancam?

Sampai saat ini, pagi hari jam 07.17 WIB, saya masih bertanya-tanya tentang alasan orang itu. Kesimpulan diskusi saya dan adik tadi malam hanya menghasilkan bahwa pengendara motor itu mungkin bagian dari komplotan penjahat. Kalau itu benar, untung kami tidak segera berhenti untuk memeriksa kondisi mobil. Alhamdulillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s