anak itu…

Wait 4 me

Wait 4 me

Anak-anak itu… selalu mempesona saya. Rasa keingintahuan mereka yang begitu besar seringkali mengingatkan saya bahwa masih ada banyak hal menakjubkan lain di dunia ini, yang belum pernah saya lihat, dengar dan rasakan.

Ekspresi mereka saat menemukan sesuatu yang baru juga tidak kalah menakjubkan. Begitu jujur, polos dan apa adanya. Mengingatkan saya bahwa manusia itu, pada dasarnya, adalah mahluk yang jujur dan polos suci. Namun karena didikan dari lingkungan sekitarnya, maka anak-anak itu berkembang menjadi sesuatu yang lain, yang tidak lagi jujur dan polos suci serta penuh dengan kepura-puraan.

Seperti yang diilustrasikan pada gambar di awal posting ini. Anak-anak akan mengikuti kita, orang-orang yang lebih tua dari mereka. Mereka akan meniru, karena itu adalah cara belajar yang paling efektif. Berangkat dari pemikiran inilah, maka Ki Hajar Dewantara merumuskan ing ngarso sung tulodo itu…

Hanya saja, saat ini terjadi banyak perubahan pada cara berpikir kita, para orang tua. Banyak dari kita yang cenderung menyerahkan seluruh pendidikan anak-anak pada sistem pendidikan formal (lembaga sekolah). Padahal, para guru yang ada di sekolah hanya bersama dengan anak-anak itu sampai jam 17.00 (maks). Selebihnya, anak-anak akan menghabiskan waktu bersama dengan orang tua dan teman-teman sebaya atau tetangganya. Dari orang tua, teman dan tetangga inilah anak-anak mendapatkan sebagian besar pengetahuan mereka.

Sayangnya, banyak orang tua yang sudah terlalu lelah saat pulang dari tempat kerja. Mereka tak dapat lagi bermain bersama anak atau sekedar membuatkan gambar mobil untuk pegangan anak-anak mereka atau membacakan dongeng pengantar tidur.

Saya tidak dapat menyalahkan para pekerja keras itu. Yang waktu ditanya; untuk apa Anda bekerja sampai larut seperti ini?, mereka akan menjawab…

Saya ingin anak-anak saya mendapatkan pendidikan yang cukup, agar mereka nantinya tidak seperti saya yang harus bekerja seperti ini…

Seperti lingkaran setan yang tidak ketahuan mana ujung dan mana pangkalnya ya? ^-^

Dan saya tidak dapat memberikan saran apapun. Karena saya sendiri juga sering tidak dapat bermain bersama anak saya :(  Baru tadi malam saya dapat membacakan cerita pengantar tidur untuk anak saya… dan baru tadi pagi saya dapat membuatkan gambar mobil, truk, jip, pesawat, kapal laut, sepeda dan becak untuk anak saya (yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan kecilnya saat mengantar saya berangkat kerja) T-T

 

mein sohn, my precious, vermisse dir sehr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s