jangan ambil air tanah, please?

Jangan ambil air tanah dong, Mbah...

Jangan ambil air tanah dong, Mbah…

Picture of the Day kali ini adalah tentang Ghazi, anak saya, yang kebetulan tertangkap kamera sedang menunjuk ke arah saluran irigasi, sementara di depannya ada seorang yang sedang membawa mesin pompa untuk mengambil air tanah untuk digunakan mengairi sawah. Terus, kenapa gambar itu menjadi Picture of the Day? Begini ceritanya…

Saat ini, di Situbondo, walaupun hujan sempat turun sekali kemarin (03102012), namun kemarau sepertinya masih belum ikhlas memberikan giliran kepada musim hujan untuk meraja. Akibatnya, saluran irigasi di desa saya sering kering, sehingga banyak sawah yang mengalami kekeringan karena tidak kebagian jatah air.

Untuk mendapatkan air, solusi tercepat yang dapat dipikirkan oleh para petani di tempat saya adalah menggunakan mesin untuk mengambil air dari sungai besar yang melintas di depan rumah saya. Permasalahannya, limbah dari PG Pandjie dibuang ke sungai tersebut, sehingga airnya agak kotor (namun katanya masih dapat dipakai untuk pertanian dan peternakan). Permasalahan kedua adalah, biaya yang relatif tinggi serta jangkauan pipa yang terbatas untuk mengalirkan air ke sawah yang berada terlalu jauh dari sungai.

farming vs industrialization

farming vs industrialization

Entah siapa yang memulai, para petani mulai membuat sumur bor di sekitar sawah mereka. Kemudian, secara periodik, mereka membawa mesin pompa dan jerigen bahan bakar (seperti yang dilakukan oleh petani di gambar pertama), kemudian mengambil air tanah untuk dialirkan ke sawah masing-masing.

Mesin di Sawah

Mesin di Sawah

Saya bukan ahli air tanah, namun apakah hal ini tidak mengancam keberadaan air tanah? Karena pompa yang digunakan jauh lebih besar daripada yang digunakan di rumah-rumah, seperti terlihat pada gambar di atas ini. Penggunaan bahan bakar juga tidak terlalu bermasalah bagi para petani tersebut. Mereka sanggup menghidupkan mesin pompa semalaman. Jadi, jika Anda berkunjung ke desa saya di malam hari, bukan suara jangkrik yang akan terdengar, namun suara mesin pompa😦

mesin sedang bekerja

mesin sedang bekerja

Coba bayangkan… Jika air tanah diambil dalam jumlah besar selama semalaman menggunakan pompa-pompa ini. Saya tulis pompa-pompa karena jumlahnya tidak hanya satu. Kalau menurut saya sih, hal itu akan sangat berpengaruh terhadap cadangan air tanah yang ada. Saya kok jadi takut kalau daerah kami ini akan mengalami kekeringan :???:  Naudzubillahi min dzalik…

Jadi, apa yang harus dilakukan sekarang? Saya tidak dapat menyalahkan para petani, karena saya tidak berada di posisi mereka… Saya hanya dapat berdoa semoga hujan segera turun dengan rutin, saluran irigasi segera lancar, dan menghimbau para petani untuk tidak menggunakan air tanah untuk mengairi sawah… Please?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s